//
archives

Konflik

This tag is associated with 2 posts

Bau Pesing Politik Minyak di Ambalat

Foto udara kapal perang (KRI) yang berpatroli menuju Blok Ambalat di perairan tak jauh dari Kabupaten Nunukan, Kaltim, Rabu (1/04/09). (ANTARA/Eric Ireng)

Foto udara kapal perang (KRI) yang berpatroli menuju Blok Ambalat di perairan tak jauh dari Kabupaten Nunukan, Kaltim, Rabu (1/04/09). (ANTARA/Eric Ireng)

Jakarta (ANTARA News) – 27 Mei 2005, Daniel Estulin, seorang penulis keturunan Rusia yang menginvestigasi keberadaan Paguyuban Bilderberg menulis, bahwa konfrontasi politik Indonesia dan Malaysia di kawasan kaya minyak di Laut Sulawesi menjadi topik diskusi utama anggota Bilderberg dalam satu pertemuannya pada 2005.

Bilderberg adalah kumpulan orang-orang paling berkuasa di dunia yang misterius namun ditengarai sangat menentukan arah kecenderungan internasional. Mereka diantaranya para birokrat, industrialis dan bankir.

Diantara anggota Bilderberg yang menghadiri Konferensi 2005 –konon diadakan tiap tahun– adalah pimpinan British Petroleum (BP) Peter D. Sutherland dan bos Royal Dutch Shell Jeroen van der Veer.

Mengutip Estulin, semua orang di Paguyuban paham bahwa perang akan memberi landasan bagi hadirnya pasukan pemelihara perdamaian PBB sehingga eksploitasi energi di Ambalat bisa mereka kontrol.

Estulin mungkin provokatif, namun fakta menunjukkan ancaman pecahnya konfrontasi terbuka antara Indonesia dan Malaysia di Ambalat memang kian besar.

Suhu konflik memanas hingga mencapai titik ekstrem pada 2005 dan paruh pertama tahun ini. Itu semua beriringan dengan kesepakatan eksplorasi minyak dengan para raksasa tambang minyak di perairan yang diklaim memiliki cadangan minyak 2 miliar barel dan 3-5 triliun kubik gas alam cair (LNG) itu.

Continue reading

Konflik dengan Negara Jiran

Kenapa hubungan dengan Malaysia sering naik turun.

Suatu ketika penulis pernah berdiskusi dengan teman satu rumah mengenai hubungan Indonesia dan Malaysia yang sering naik turun. Kami membahas kenapa Indonesia dan Malaysia kadang baik-baikan seperti kakak-adik kadang ribut seperti anjing dan kucing.

Dari diskusi tersebut akhirnya kami menyimpulkan bahwa konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia adalah merupakan hal yang biasa dan lumrah sebagai negara yang bertetangga. Sama seperti hubungan kita dengan tetangga disekitar rumah. Kadang terjadi konflik dengan tetangga di sebelah rumah, contohnya karena beda pendapat, bising, membuang sampah di selokan atau yang lebih parahnya tetangga sebelah tidak sengaja/sengaja mengambil beberapa sentimeter tanah kita.

Karena kita bertetangga sebelah rumah atau satu komplek, tentunya peluang untuk konflik dengan tetangga lebih besar dari pada konflik dengan tetangga di ujung jalan atau di komplek sebelah apalagi tetangga di kota lain.

Begitu pula halnya dengan negara jiran Malaysia yang benar-benar bertetangga dengan Indonesia. Peluang konflik dengan negara Malaysia lebih besar daripada konflik yang akan terjadi dengan negara Brunei, China, Rusia atau Negeria.

Apa strategi untuk meredam konflik.

Mengaca dari konflik yang terjadi dengan tetangga di komplek. Bila keluarga kita adalah keluarga besar punya banyak anak apalagi laki-laki semua dan kaya, tentu saja tetangga sebelah akan segan dengan kita. Mereka tentu tidak ingin dan berusaha tidak terjadi konflik dengan kita.

Bagaiamana dengan Indonesia saat ini? Indonesia saat ini seperti sebuah keluarga besar yang punya anak laki-laki tapi pondan/bencong semua dan sering diejek sama tetangga sebelah. Pemerintah sekarang terlalu mengejar pembangunan ekonomi, tapi militer diabaikan. Seharusnya kemajuan ekonomi dan militer harus sejalan. Percuma saja kaya tapi pondan, bisa habis kita.

Biaya untuk membangun kekuatan militer memang sangat besar, idealnya samalah dengan anggaran untuk pendidikan. Memang untuk saat ini hal tersebut tidak mungkin dipenuhi. Tapi, saat ini Indonesia mempunyai beberapa BUMNIS seperti PTDI, PAL dan PINDAD yang telah mampu memproduksi sendiri beberapa alutsista. Manfaatkan itu semua dan dukung secara penuh untuk memajukan teknologi militer.

“Kekuatan militer bukan hanya untuk berperang, tapi juga untuk membuat kawan/lawan segan”.

Design kapal perusak kawal rudal 105m buatan PAL

Design kapal perusak kawal rudal 105m buatan PAL

design kapal selam mini 22m

design kapal selam mini 22m

proses produksi panser di PT. PINDAD

proses produksi panser di PT. PINDAD

Archives