//
archives

Kecamatan Baso

This tag is associated with 2 posts

Masril, Pendekar dari Agam

Masril Koto

Masril Koto

KOMPAS.com – Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama sejumlah rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.

LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya.

Setiap hari, Masril berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.

Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”. Ketika ditemui Kamis (3/6) malam di Kota Padang, ia baru tiba dari Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh. Lalu, Jumat subuh ia berangkat menuju Kabupaten Solok.

Selama singgah dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.

”Laptop ini hadiah dari (ekonom) Faisal Basri, waktu kami undang ke Agam melihat LKMA,” kata Masril, yang mengaku bermodal keberanian untuk berhubungan dengan banyak orang. Segudang pengalaman dan orang dia temui dalam perjalanan yang menghabiskan biaya Rp 500.000 per bulan itu.

Perjalanan tersebut juga membuat dia jarang berkumpul dengan keluarga. Dalam sebulan hanya dua hari ia bersama istri dan anaknya di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Selebihnya, mereka berkomunikasi lewat telepon.

Continue reading

Asril pernah dianggap gila, buat saluran air 200m

Asril

Asril

Maksud hati hendak berbuat baik, malah ocehan yang diberikan orang. Bahkan, pernah dianggap sudah gila. Dicap dengan stigma macam-macam, tak menyurutkan hati Asril Rajo Batuah berbuat yang terbaik bagi orang banyak.
Asril Rajo Batuah (60), warga Koto Katiak, Jorong Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Di usianya yang tak lagi muda, dia mampu membuat saluran air sepanjang 200 meter. Dia telah berhasil, dan saluran air yang dibuatnya telah mengaliri persawahan.

Berkat kerja keras Asril, sekarang warga di Dusun Koto Baru dan Dusun Koto Katiak Jorong Tabek Panjang bisa bernafas lega. Puluhan hektare persawahan kini telah mendapatkan pengairan yang layak, sehingga petani juga bergairah turun ke sawah.

Sebelum Asril membuat saluran air, persawahan milik warga tidak produktif. Kini, produktif sudah. Meski demikian, jerih payah Asril tak pernah terungkap ke permukaan, walah kerja kerasnya berguna bagi banyak orang.
Di kampungnya, Asril namanya jadi buah bibir warga. Jasanya diakui. Asril juga kian disegani. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya mencangkul meter demi meter tanah berhasil sudah. Meter demi meter paralon ia pasang. Hamparan sawah padinya kini sudah menguning. Lahan yang dulu dibiarkan terlantar, kini digarap warga.

Continue reading

Archives