//
archives

Editorial

This tag is associated with 6 posts

Mentalitas Menteri

menteri

menteri

APAKAH yang tidak berubah setelah kita merdeka 64 tahun? Salah satu jawabannya adalah mentalitas elite bangsa. Tidak berubah, bahkan bertambah parah. Bukti paling mutakhir bagaimana perangai menteri terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah dinyatakan kalah dalam pemilu presiden, Jusuf Kalla dijauhi para menteri. Satu per satu para menteri menghindar, bagaikan menghindari penderita kusta.

Padahal, Jusuf Kalla masih menjadi wakil presiden sampai 20 Oktober nanti. Akan tetapi, dalam berbagai tugas pemerintahan ke daerah, menteri enggan mendampinginya. Sangat ‘kurang ajar’, mereka bahkan tidak menugasi pejabat eselon satu, tetapi mengirim eselon dua.

Continue reading

Advertisements

Membangun Angkatan Perang

PERAIRAN Ambalat kembali bergolak. Kapal perang Malaysia berkali-kali menerobos blok laut seluas 15.235 kilometer persegi di Kalimantan Timur itu. Dalam catatan TNI, sejak Januari 2009, sedikitnya sembilan kali Malaysia menerobos wilayah Indonesia.

Manuver kapal perang Malaysia dalam minggu-minggu terakhir ini tentu saja ingin menguji kesabaran Indonesia. Sebab, bukan hanya kali ini negeri jiran itu bertingkah. Hampir saban tahun mesin perang Malaysia dengan sengaja mempertontonkan kepongahannya di Ambalat.

Tentara Nasional Indonesia tentu saja tidak berpangku tangan. TNI Angkatan Laut mengerahkan tujuh kapal bersenjata lengkap untuk berpatroli di perairan antara Sulawesi dan Kalimantan itu. TNI Angkatan Udara tidak kalah siaga. Dua unit pesawat Boeing 737 dan satu unit Sukhoi 27/30 disiagakan di Makassar. Mengapa Malaysia tergoda menguji kesabaran Indonesia? Pertama, kemenangan Malaysia atas sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan di Mahkamah Internasional pada 2002 telah melipatgandakan nafsu ekspansinya.

Continue reading

Mayoritas Anggota DPR Makan Uang Haram

Editorial Media Indonesia hari ini membedah tentang perilaku anggota DPR dengan judul “Masuk Telinga Kanan Keluar Telinga Kiri“. Apa yang diuraikan dalam editorial tersebut benar adanya dan juga merupakan keluhan rakyat atas perilaku anggota DPR dan seharusnya yang menjadi anggota DPR adalah tim Editorial Media Indonesia.

Perilaku mayoritas anggota DPR yang sering membolos, tidak mendengarkan dan menyalurkan aspirasi rakyat, dan ditambah lagi tidak tahu undang-undang dan konstitusi adalah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Mereka hanya bisa makan “gaji buta” dan apa yang mereka terima akan menjadi haram.

Penulis setuju dengan pernyatan di Editorial Media Indonesia bahwa “Penyebab utama aspirasi rakyat tidak diakomodasi dalam kebijakan publik yakni kondisi DPR hanyalah perpanjangan tangan partai. Anggota DPR merupakan boneka elite partai sehingga terputuslah tali mandat sebagai wakil rakyat dengan konstituen yang diwakilinya. Sepanjang pemilu tidak menggunakan sistem distrik, selama itu pula aspirasi rakyat dibungkamkan dan anggota DPR hanya menghamba kepada elite partai”.

Ini patut dipikirkan dan dipertimbangkan.

tidur

tidur

bolos

bolos

Sumber : Media Indonesia

CPNS adalah embrio KKN di Indonesia?

suasana tes CPNS

suasana tes CPNS

Setiap akhir tahun para pemegang kartu kuning (pencari kerja) sangat menantikan pengumuman pendaftaran tes CPNS. Biasanya tes CPNS dilakukan sekitar bulan November dan Desember. Disetiap daerah, ribuan bahkan puluhan ribu pemegang kartu kuning mendaftar tes CPNS dengan harapan nantinya lulus tes CPNS dan mengabdi kepada negara. Sebuah ironi dari hasil didikan di lembaga pendidikan di Indonesia hanya menghasilkan produk yang hanya mengharapkan untuk menjadi PNS belaka karena tidak mempunyai kemampuan untuk mandiri dan survive.

Parahnya, ke-harapan para pemegang kartu kuning tersebut dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh oknum pejabat dan kawan-kawannya untuk mengeruk kantong mereka yang sudah kosong. Mereka diberikan janji untuk menjadi PNS dengan syarat menyetor sekian puluh juta (tahun ini mungkin rata-rata sudah diatas 50 juta). Hal ini benar adanya dan bukan tebak tai kudo (untung-untungan) oleh para oknum tersebut dan telah termanajemen dengan baik. Malahan sampai terjadi tawar menawar harga (semacam lelang) bila suatu formasi CPNS banyak diminati. Para oknum tersebut bila ditanya ada yang berdalih bahwa uang tersebut digunakan untuk menutupi/mengganti uang yang telah dikeluarkan untuk membeli formasi dari pemerintah pusat., Wallahu allam.

Tak ada kontrol, baik itu dari pemerintah pusat dan juga dari masyarakat. Malahan ada oknum ulama yang membolehkan sogok tersebut dengan alasan kondisi pada saat itu yang mengharuskan membayar untuk menjadi CPNS jadi mau tidak mau harus diikuti, ini dibuktikan dengan tindakan oknum ulama tersebut membayar untuk meloloskan anaknya menjadi CPNS. Di salah satu daerah, bila seseorang menjadi PNS maka yang ditanya terlebih dahulu adalah “kamu bayar berapa juta?” dan tidak percaya bila ada orang yang tidak membayar. Benar-benar yang mungkar telah dihalalkan dan yang Ma’ruf telah diharamkan (Amar Mungkar Nahi Ma’ruf).

CPNS seperti ini adalah embrio KKN di Indonesia dan akan menghancurkan negara. Setiap yang mengeluarkan modal untuk menjadi PNS akan berusaha mengembalikan modalnya dengan cara apapun jua. Gaji yang diterima setiap bulan adalah haram, inilah yang setiap hari dimakan oleh anak dan istrinya. Negara Indonesia akan hancur ditahun 2020 bila hal ini dibiarkan terus menerus.

“Selamatkan Negara Kita, Selamatkan Generasi Kita”

Partai Investor

MPR-DPR RI tampak atas

MPR-DPR RI

Reformasi telah terjadi dan demokrasi pun mulai dijalankan setahap demi setahap. Setiap orang bebas membuat partai dengan bermacam ragam idiologi dan kepentingan. Banyaknya partai membuat suara rakyat pun terfragmentasi sehingga tidak ada partai yang benar-benar memenangkan pemilu secara mayoritas. Untuk berkuasapun diperlukan koalisi dengan beberapa partai yang dengan pamrih meminta bagian dalam pemerintahan. Amanah rakyat pun telah tergadaikan. Partai yang bergabung dengan koalisi pemerintah meminta keuntungan atau kue pemerintahan. Partai ini adalah partai investor.
Continue reading

Pejabat tak merakyat salah siapa?

suasana rapat kabinet

suasana rapat kabinet

Saat ini adalah hal biasa bila ingin bertemu dengan pemimpin pemerintahan sangat sulit. Apabila sang pemimpin/pejabat turun kelapangan untuk melihat rakyatnya pun juga sulit karena sang pemimpin harus menunggu hingga proses sterilisasi lapangan selesai. Sangat ironi sekali. Seakan ada sebuah jurang pemisah antara pemimpin dan rakyat, adanya ketidakpercayaan pemimpin terhadap rakyat, padahal yang memilih beliau adalah rakyat.

Continue reading

Archives