//
you're reading...
Bengkulu Selatan

Kecurangan UN di Bengkulu Selatan

unSaat pertama kali membaca berita tersebut yang pertama kali terucap adalah Alhamdulillah akhirnya kecurangan yang selama ini terorganisir dengan rapi akhirnya terungkap. Sepengetahuan penulis, kecurangan yang terjadi di kampung halaman sendiri ini telah terjadi sejak mulai diterapkannya UN yang mensyaratkan batas nilai tertentu untuk lulus ujian. Seharusnya tidak hanya kepala sekolah dan kepala dinas saja yang bertanggungjawab, karena mereka hanyalah pelaksana saja,  yang sangat bertanggungjawab adalah Bupati Bengkulu Selatan karena dialah yang memerintahkan untuk meningkatkan hasil UN di Bengkulu Selatan dengan cara apapun juga termasuk dengan cara curang. Banyak guru-guru dan beberapa kepala sekolah yang menentang, tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, malahan mereka diancam.

Tidak hanya masalah UN saja, malahan dalam hal pengusulan PMDK atau penerimaan mahasiswa jalur prestasi juga tidak luput dari kecurangan dengan cara mengangkat/mengkantrol nilai siswa tertentu. Akibatnya ada sekolah mendapat blacklist dari Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia.

Berikut adalah berita yang di copas dari Harian Rakyat Bengkulu:

 16 Kepala SMA Bengkulu Selatan Terancam Pecat.

Begitu juga dengan Kabid Dikmen Disdikpora serta 8 guru yang diduga ikut terlibat pembocoran soal Unas.
Wagub H.M Syamlan, Lc mengecam dugaan pembocoran soal Unas oleh 16 kepala SMA/MA. Menurut dia, akibat perbuatannya itu 16 kepala SMA/MA itu pantas mendapat sanksi pemecetan.

Karena telah mencoreng dunia pendidikan Bengkulu. Makanya harus ditindak tegas. ‘’Namun pemecatan itu menjadi tugas bupati,” tegasnya saat mengunjungi peserta Unas di beberapa SMU kemarin (21/4).

Padahal, ujar Syamlan, tujuan dari pendidikan itu sendiri untuk mendapatkan kulitas yang baik, bukan jumlah kelulusan yang banyak. Dengan tertangkapnya guru, pengawas dan oknum Diknas tersebut, kata Syamlan, telah mencederai pendidikan. Kalau pun hal ini dilakukan untuk mengejar target, bukan dengan cara curang.

“Ini harus diusut tuntas. Siapa yang menginstruksikan untuk melakukan (pembocoran soal) ini. Kok bisa oknum Diknas terlibat. Yang jelas siapapun yang terlibat, harus diselesaikan lewat jalur hukum. Sebab hal ini benar-benar memalukan,” jelas Syamlan.

Secara terpisah, Kapolres BS AKBP Herry Wiyanto, SH menegaskan pihaknya tidak akan mundur dalam mengungkap dugaan percobaan pembocoran soal Unas tersebut. Saat ini, penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 16 kepala sekolah, 8 guru dan pejabat Diknas.

Mereka masih diamankan di ruang isolasi atau tempat khusus Mapolres Bengkulu. Kata Kapolres, para kepala sekolah tersebut belum dibebaskan sampai Unas selesai. Belasan Kepsek dan 8 guru itu tidak diperbolehkan bertemu dengan siswa.

‘’Mereka bukan ditahan. Tapi diamankan untuk diisolasikan di barak Dalmas yang mana aparat kepolisian juga sering menempatinya. Kalau ditahan, mereka dimasukan ke ruang tahanan.

Sebelum selesai ujian mereka yang diamankan tetap dijaga dan pengawasannya di perketat. Bagi keluargannya atau para guru yang ingin membesuk itu waktunya dibatasi,” tegas Kapolres kepada wartawan koran ini kemarin.

Untuk barang bukti yang masih dalam penyitaan berupa HP milik para kepsek dan guru. Kemudian dokumen atau soal unas yang berhasil disita. Dikatakan Kapolres, para kepsek masih berstatus saksi. Namun jika didapati cukup bukti maka akan ditetapkan tersangka.

Sebagaimana pasal 332 KUHP tentang pembocoran rahasia negara. Dengan ancaman kurungan maksimal 7 bulan penjara. ‘’Yang jelas calonnya bisa saja Kepala SMAN 1 atau seluruhnya, termasuk guru
Terkait banyaknya isu lembar jawaban yang beredar, diharapkan bagi seluruh siswa untuk tidak percaya.

Begitu juga dengan para orangtua wali. Sebab itu semua akan menjerumuskan ke jalan yang salah. Jika nanti didapati orang menyebarkan lembara jawaban, akan ditindak tegas. Sebab selain mengacaukan Unas, juga melakukan penipuan.

Ke-16 Kepsek itu adalah Kepsek SMAN 1, berinisial ML (45), Kepsek SMAN 5 Zu, Kepsek SMAN 9 Gt Kepsek SMA YHD Zk, SMA Muhamadyah Hr, Kepsek SMAN 2 Li, MAN, Kepsek SMA Kerja Hu, Kepsek SMA Pembangunan Su, Kepsek MA Si, Kepsek SMAN 7 Di, Kepsek SMAN 4 Im, Kepsek, SMAN 8 Hr, Kepsek SMAN 6 Th, Kepsek SMAN 3, dan SMA PGRI dan Kabid Dikmen Disdikpora BS berinisial Drs H AH. Tak hanya itu sejumlah guru yang ikut menjadi panitia Ujian Nasional (unas) sebanyak 7 orang yakni berinisial Ta ,Re, Fa, Bh, Al oknum guru SMAN 1 , Um oknum guru SMAN 5, Su guru SMAN 2, Ya guru SMAN 6 BS.

Tindak Tegas
Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten BS Mirzan Effendi mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebab benar-benar mencoreng nama baik daerah secara nasional. Maka dengan itu Penjabat Bupati diharapkan tidak tinggal diam.

Dia mempertanyakan peran atasan di dalam instansi bersangkutan. Ada unsur apa sehingga para kepsek ini nekat melakukan hal yang memalukan itu. ‘’Kita tunggu saja sikap aparat dan pemerintah. Ini sudah di luar batas. Mereka pantas ditindak tegas. Bisa dicopot dari jabatannya,’’ jelas Mirzan.

Di sisi lain, Sekretaris Pemkab BS Drs H Nazimuddin mengaku prihatin atas peristiwa ini. Namun di sebagai atasan, Sekkab akab tetap berusaha untuk membebaskan para kepsek dan guru itu. Usaha itu dengan cara melakukan koodinasi dengan Disdikpora dan pihak kepolisian.

Di tempat terpisah, Kadis Diknas Provinsi, Drs. Sumardi, MM menyayangkan dugaan pembocoran soal Unas. Ia belum tahu apa sanksi yang tepat untuk 16 kepala sekolah tersebut. “Yang jelas kalau memang terbukti bersalah, ya…25 orang tersebut dipecat. Kita serahkan ke Bupati BS saja, sekaligus pengusutannya,” tukas Sumardi.

Saat ditanya kemungkinan ada jaringan lain. Sumardi tidak membantah, ia menyatakan kalau hal tersebut, mungkin saja terjadi. Namun ditegaskannya, tidak pernah ada instruksi dari Dinas Pendidikan untuk melakukan pencurangan.

Kepala Sekolah Sembunyi

Pantauan koran ini sejumlah kepsek dan guru yang masih diamankan dijaga oleh sekitar 4 aparat kepolisian. Mereka terus menjalani pemeriksaan banyak dikunjungi rekan seprofesi serta anak dan istrinya. Pihak keluarga datang membawa makanan dan minuman. Bahkan beberapa pejabat dinas terkait juga ikut berdatangan.

Di dalam ruangan mereka berkumpul menumpuk makanan dan minuman dari para pengunjung. Tapi para kepsek dan guru ini bersembunyi setelah melihat kedatangan wartawan. Awalnya mereka dikerumuni sanak familinya langsung mendadak masuk ke tempat tidurnya masing-masing. Bahkan ada yang mengintip dari jendela untuk mengetahui suasana di luar.

Menariknya lagi Kepsek SMAN 1 Ml yang baru saja usai menjalani pemeriksaan itu berusaha masuk dan menghindar diwawancarai dengan alasan sudah tidak tahan lagi ingin kencing. ”Nanti dulu aku ndak kencing nian la ndik tahan lagi,” kata Ml dengam muka merah dan gugup berjalan dengan cepat menghindar diwawancarai kemarin. (che)

Berita lain : Ditemukan Kopelan Mirip Kunci Jawaban

 Sumber : Harian Rakyat Bengkulu

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: