//
you're reading...
Artikel, Editorial

CPNS adalah embrio KKN di Indonesia?

suasana tes CPNS

suasana tes CPNS

Setiap akhir tahun para pemegang kartu kuning (pencari kerja) sangat menantikan pengumuman pendaftaran tes CPNS. Biasanya tes CPNS dilakukan sekitar bulan November dan Desember. Disetiap daerah, ribuan bahkan puluhan ribu pemegang kartu kuning mendaftar tes CPNS dengan harapan nantinya lulus tes CPNS dan mengabdi kepada negara. Sebuah ironi dari hasil didikan di lembaga pendidikan di Indonesia hanya menghasilkan produk yang hanya mengharapkan untuk menjadi PNS belaka karena tidak mempunyai kemampuan untuk mandiri dan survive.

Parahnya, ke-harapan para pemegang kartu kuning tersebut dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh oknum pejabat dan kawan-kawannya untuk mengeruk kantong mereka yang sudah kosong. Mereka diberikan janji untuk menjadi PNS dengan syarat menyetor sekian puluh juta (tahun ini mungkin rata-rata sudah diatas 50 juta). Hal ini benar adanya dan bukan tebak tai kudo (untung-untungan) oleh para oknum tersebut dan telah termanajemen dengan baik. Malahan sampai terjadi tawar menawar harga (semacam lelang) bila suatu formasi CPNS banyak diminati. Para oknum tersebut bila ditanya ada yang berdalih bahwa uang tersebut digunakan untuk menutupi/mengganti uang yang telah dikeluarkan untuk membeli formasi dari pemerintah pusat., Wallahu allam.

Tak ada kontrol, baik itu dari pemerintah pusat dan juga dari masyarakat. Malahan ada oknum ulama yang membolehkan sogok tersebut dengan alasan kondisi pada saat itu yang mengharuskan membayar untuk menjadi CPNS jadi mau tidak mau harus diikuti, ini dibuktikan dengan tindakan oknum ulama tersebut membayar untuk meloloskan anaknya menjadi CPNS. Di salah satu daerah, bila seseorang menjadi PNS maka yang ditanya terlebih dahulu adalah “kamu bayar berapa juta?” dan tidak percaya bila ada orang yang tidak membayar. Benar-benar yang mungkar telah dihalalkan dan yang Ma’ruf telah diharamkan (Amar Mungkar Nahi Ma’ruf).

CPNS seperti ini adalah embrio KKN di Indonesia dan akan menghancurkan negara. Setiap yang mengeluarkan modal untuk menjadi PNS akan berusaha mengembalikan modalnya dengan cara apapun jua. Gaji yang diterima setiap bulan adalah haram, inilah yang setiap hari dimakan oleh anak dan istrinya. Negara Indonesia akan hancur ditahun 2020 bila hal ini dibiarkan terus menerus.

“Selamatkan Negara Kita, Selamatkan Generasi Kita”

Discussion

3 thoughts on “CPNS adalah embrio KKN di Indonesia?

  1. tolong pemerintah hapus kkn dan tuntut tuntas oknum yang merugikan cpns dan carilah kualitas untuk melanjutkan pembangunan negara kita cintai ini.

    Posted by sinaria | December 12, 2008, 9:44 am
  2. setuju sekali dengan pendapat Pak khairi..
    namun yang menjadi dilema sekarang ini adalah bagaimana Universitas sebagai tempat mencari bekal ilmu mampu menjadikan lulusannya punya mental pemimpin. bukan malah menjadi kacung PNS..lah itu yang belum kita dapatkan Pak Khairi…

    Posted by ali sihombing | September 11, 2009, 11:37 am
    • betul…
      perguruan tinggi mesti merubah paradigma nya… tidak lagi menghasilkan lulusan yang siap kerja… tapi mesti menghasilkan lulusan yang menciptakan lapangan kerja.
      tentunya hal ini juga cambuk bagi saya… untuk melaksanakannya…🙂

      Posted by Khairi Budayawan | September 11, 2009, 1:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: