Kapolri ke Tetangga Sebelah Pakai Mobil

February 20, 2009

JAKARTA, JUMAT — Meski Kantor Departemen Pekerjaan Umum dan Mabes Polri—antargerbang samping PU dan belakang Mabes Polri—hanya berjarak sekitar 20 meter, Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memilih mengendarai mobil, lengkap dengan tiga mobil pengawalan dan sebuah motor voreijder untuk menuju ke sana. Padahal, dengan berjalan kaki saja dari Mabes Polri ke Kantor Departemen PU hanya butuh waktu 5 menit.
Selain kebiasaan bermobil—meski untuk jarak dekat—di tengah isu pemanasan global ini umumnya pejabat polisi juga membiarkan mobilnya dalam keadaan mesin hidup di area parkir. Sopir-sopir pejabat polisi itu biasanya menyalakan mesin mobil dan AC minimal 30 menit sebelum majikan (pejabat polisi) keluar. Alasan sopir, sang majikan akan protes jika masuk mobil hawa di dalam mobil masih panas.

Sumber :Kompas


Amrozi Cs Tidak Tergolong Mati Sahid

November 18, 2008

Medan, (ANTARA News) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara berpendapat tiga terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron tidak tergolong mati sahid.

“Ketiga terpidana yang dieksekusi mati itu adalah orang yang menjalani hukuman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negeri ini,” kata Ketua MUI Sumut, H. Abdullah Syah menjawab ANTARA di Medan, Senin.

Abdullah mengemukakan hal itu ketika dimintakan komentar mengenai pendapat beberapa masyarakat yang menyebutkan bahwa ketiga terpidana itu adalah mati sahid.

Ketiga terrpidana mati kasus bom Bali I, yakni Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron dieksekusi mati di Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap Minggu dini hari (9/11) oleh regu tembak dari satuan Brimob Polri.

Abdullah Syah menambahkan, orang yang digolongkan mati sahid adalah yang melakukan jihad dengan cara melawan musuh, misalnya melawan orang kafir.

“Tidak seperti yang dilakukan ketiga terpidana itu, melakukan pengeboman di Bali pada tahun 2002 yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban jiwa orang yang tidak berdosa, juga banyak mengalami luka-luka,” kata Abdullah.

“Orang yang melakukan jihad itu tidak melakukan pengeboman, seperti terjadi di Bali yang merugikan masyarakat atau jatuhnya korban jiwa yang tidak berdosa,” katanya.

Dia mengharapkan, setelah pelaksanaan eksekusi mati terhadap pelaku bom Bali itu tidak ada lagi kasus teror bom di Indonesia.

Pelaksanaan eksekusi mati itu juga mengingatkan kepada masyarakat agar bertobat dan tidak mengikuti perbuatan salah dan melanggar hukum.

“Tentunya, setiap orang yang terbukti melakukan kesalahan atau melanggar hukum, akan dijatuhi hukum yang tegas, sesuai dengan kesalahan yang mereka perbuat,” katanya.

Menurut dia, di dalam ketentuan ajaran Islam, terdapat larangan seseorang melakukan tindakan kekerasan yang dapat merugikan masyarakat, bangsa dan negara.

“Dalam Islam diajarkan agar umat manusia selalu berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang tidak terpuji,” kata Abdullah Syah yang juga Guru Besar IAIN Sumut.(*)

Sumber : ANTARA


Indonesia dan India Paling Positif Hadapi Krisis Global

November 7, 2008

India dan Indonesia mencapai level kepercayaan konsumen tertinggi di Asia dalam menghadapi penurunan ekonomi global, demikian menurut survei yang disiarkan Jumat (7/11) oleh perusahaan riset pasar Nielsen. Dalam laporan tersebut India berada pada peringkat pertama dan Indonesia berada pada peringkat ketiga setelah Denmark.

nielsen-cci

Mudah-mudahan hasil survey ini membuat rakyat dan pemerintah Indonesia lebih optimis dalam menghadapi krisis global.

Sumber :


Markas Online TNI Diserang Cracker

November 4, 2008

Belum hilang dari ingatan atas peristiwa situs POLRI yang dihack, sekarang giliran situs Tentara Nasional Indonesia diserang dan hingga sekarang masih terkapar tak berdaya. Pada situs tersebut ditampilkan foto dengan tulisan Yogyacarderlink.

info selengkapnya sila lihat di detikNet