Saat pertama kali membaca berita tersebut yang pertama kali terucap adalah Alhamdulillah akhirnya kecurangan yang selama ini terorganisir dengan rapi akhirnya terungkap. Sepengetahuan penulis, kecurangan yang terjadi di kampung halaman sendiri ini telah terjadi sejak mulai diterapkannya UN yang mensyaratkan batas nilai tertentu untuk lulus ujian. Seharusnya tidak hanya kepala sekolah dan kepala dinas saja yang bertanggungjawab, karena mereka hanyalah pelaksana saja, yang sangat bertanggungjawab adalah Bupati Bengkulu Selatan karena dialah yang memerintahkan untuk meningkatkan hasil UN di Bengkulu Selatan dengan cara apapun juga termasuk dengan cara curang. Banyak guru-guru dan beberapa kepala sekolah yang menentang, tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, malahan mereka diancam.
Tidak hanya masalah UN saja, malahan dalam hal pengusulan PMDK atau penerimaan mahasiswa jalur prestasi juga tidak luput dari kecurangan dengan cara mengangkat/mengkantrol nilai siswa tertentu. Akibatnya ada sekolah mendapat blacklist dari Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia. Read the rest of this entry »
Posted by Khairi Budayawan 