Anak Miskin Masuk Kuliah

June 29, 2009
DUAFA

Laporan: Khairul Jasmi

Seorang lelaki, tiba di lobi Harian Singgalang, akhir pekan lalu. Ia membawa sebuah bundel. “Pak, tolonglah anak ko Pak, ibo awak, Pak,” katanya. Bukan anaknya, tapi tetangganya. Namanya Utari Triyani. Gadis ini lulus PMDK di Fakultas Teknik Unand. Ia membutuhkan dana Rp7.500.000. Ke langit pun ayah budanya memekik takkan dapat. Makanya, ia datang ke Harian Singgalang.

Read the rest of this entry »


Asril pernah dianggap gila, buat saluran air 200m

June 27, 2009
Asril

Asril

Maksud hati hendak berbuat baik, malah ocehan yang diberikan orang. Bahkan, pernah dianggap sudah gila. Dicap dengan stigma macam-macam, tak menyurutkan hati Asril Rajo Batuah berbuat yang terbaik bagi orang banyak.
Asril Rajo Batuah (60), warga Koto Katiak, Jorong Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Di usianya yang tak lagi muda, dia mampu membuat saluran air sepanjang 200 meter. Dia telah berhasil, dan saluran air yang dibuatnya telah mengaliri persawahan.

Berkat kerja keras Asril, sekarang warga di Dusun Koto Baru dan Dusun Koto Katiak Jorong Tabek Panjang bisa bernafas lega. Puluhan hektare persawahan kini telah mendapatkan pengairan yang layak, sehingga petani juga bergairah turun ke sawah.

Sebelum Asril membuat saluran air, persawahan milik warga tidak produktif. Kini, produktif sudah. Meski demikian, jerih payah Asril tak pernah terungkap ke permukaan, walah kerja kerasnya berguna bagi banyak orang.
Di kampungnya, Asril namanya jadi buah bibir warga. Jasanya diakui. Asril juga kian disegani. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya mencangkul meter demi meter tanah berhasil sudah. Meter demi meter paralon ia pasang. Hamparan sawah padinya kini sudah menguning. Lahan yang dulu dibiarkan terlantar, kini digarap warga.

Read the rest of this entry »


Malaysia Usir 4 Nelayan dari Ambalat

June 2, 2009
TRAUMA : Empat nelayan beringin tiga yang habis di peringatkan oleh pihak kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) untuk tidak lagi melakukan penangkapan ikan di perairan Ambalat.FOTO RISKYANSAH/RADAR TARAKAN

TRAUMA : Empat nelayan beringin tiga yang habis di peringatkan oleh pihak kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) untuk tidak lagi melakukan penangkapan ikan di perairan Ambalat.FOTO RISKYANSAH/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Tensi ketegangan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia yang dipicu oleh persoalan perbatasan Ambang Batas Laut (Ambalat) di Selat Makassar bakal semakin tinggi, manyusul pengusiran empat orang nelayan Indonesia oleh pihak Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) ketika sedang mencari ikan di perairan Ambalat, wilayah Indonesia yang diklaim Malaysia itu.

”Kami menangkap ikan sekitar 70 mil dari Tarakan, tepatnya di kawasan perairan Ambalat. Sementara kami mencari ikan, tiba-tiba kapal perang Malaysia datang dan memerintahkan kami segera meninggalkan perairan itu,” kata Rudi, yang dibenarkan tiga rekannya, masing-masing; Ambo, Adras, dan Pardi.

Bahkan menurut mereka, TLDM itu tak sekadar mengusir dari kawasan Ambalat tempat mereka mencari ikan, tetapi juga mengancam akan menembak jika nelayan asal Beringin III Tarakan itu kembali mencari ikan di kawasan Ambalat. Tak puas hanya dengan mengancam, keempat nelayan mengaku dipaksa menandatangani surat pernyataan yang intinya, tidak akan kembali mencari ikan di kawasan Ambalat. Read the rest of this entry »


Kapal Perang Malaysia Provokasi KRI di Ambalat

May 30, 2009

baung02

Hari ini, tanggal 30 Mei 2009 pukul 06.00 WITA, KRI Untung Suropati-872 pada posisi 04°04’80”U – 118°03’10”T mendapat kontak radar kapal dengan baringan 128 pada jarak 8 mil laut dengan haluan 300 berkecepatan 11 knot. Setelah diplot di peta pada posisi 04°00’00”U – 118°09’00”T (dimana posisi ini masuk wilayah perbatasan NKRI sejauh 8 mil laut (tenggara Karang Unarang)) serta diamati terus-menerus dan dilaksanakan identifikasi secara visual, dipastikan bahwa kapal tersebut adalah KD Baung – 3509, kapal TLDM (Tentera Laut Diraja Malaysia) jenis Fast Attack Craft – Gun (Patrol Boat), setipe dengan KD Yu -3508 yang memaksa masuk wilayah NKRI pada hari Senin lalu.

Selanjutnya KRI Untung Suropati – 872 melaksanakan peran tempur bahaya permukaan karena KD Baung sudah memasuki wilayah NKRI dan melaksanakan komunikasi tetapi KD Baung menutup radio dan tidak mau menjalin komunikasi. Pada pukul 06.30 WITA, KRI Untung Suropati – 872 melaksanakan intersepsi sampai pada jarak 400 yard, namun komunikasi masih belum terjalin dan KD Baung sama sekali tidak mengindahkan peringatan dari KRI Untung Suropati.

KRI Untung Suropati – 872 terus melaksanakan shadowing sesuai prosedur selama sekitar 1,5 jam. Selama proses shadowing, sambil keluar dari wilayah NKRI, KD Baung melakukan 4 kali manuver zigzag sambil meningkatkan kecepatan yang memprovokasi dan membahayakan. KRI Untung Suropati terus menghalau dan bermanuver untuk mendekati dan mengusir KD Baung sampai akhirnya meninggalkan batas wilayah NKRI.

terus baca

Sumber : TANDEF


Kecurangan UN di Bengkulu Selatan

April 22, 2009

unSaat pertama kali membaca berita tersebut yang pertama kali terucap adalah Alhamdulillah akhirnya kecurangan yang selama ini terorganisir dengan rapi akhirnya terungkap. Sepengetahuan penulis, kecurangan yang terjadi di kampung halaman sendiri ini telah terjadi sejak mulai diterapkannya UN yang mensyaratkan batas nilai tertentu untuk lulus ujian. Seharusnya tidak hanya kepala sekolah dan kepala dinas saja yang bertanggungjawab, karena mereka hanyalah pelaksana saja,  yang sangat bertanggungjawab adalah Bupati Bengkulu Selatan karena dialah yang memerintahkan untuk meningkatkan hasil UN di Bengkulu Selatan dengan cara apapun juga termasuk dengan cara curang. Banyak guru-guru dan beberapa kepala sekolah yang menentang, tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, malahan mereka diancam.

Tidak hanya masalah UN saja, malahan dalam hal pengusulan PMDK atau penerimaan mahasiswa jalur prestasi juga tidak luput dari kecurangan dengan cara mengangkat/mengkantrol nilai siswa tertentu. Akibatnya ada sekolah mendapat blacklist dari Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia. Read the rest of this entry »


Kapolri ke Tetangga Sebelah Pakai Mobil

February 20, 2009

JAKARTA, JUMAT — Meski Kantor Departemen Pekerjaan Umum dan Mabes Polri—antargerbang samping PU dan belakang Mabes Polri—hanya berjarak sekitar 20 meter, Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memilih mengendarai mobil, lengkap dengan tiga mobil pengawalan dan sebuah motor voreijder untuk menuju ke sana. Padahal, dengan berjalan kaki saja dari Mabes Polri ke Kantor Departemen PU hanya butuh waktu 5 menit.
Selain kebiasaan bermobil—meski untuk jarak dekat—di tengah isu pemanasan global ini umumnya pejabat polisi juga membiarkan mobilnya dalam keadaan mesin hidup di area parkir. Sopir-sopir pejabat polisi itu biasanya menyalakan mesin mobil dan AC minimal 30 menit sebelum majikan (pejabat polisi) keluar. Alasan sopir, sang majikan akan protes jika masuk mobil hawa di dalam mobil masih panas.

Sumber :Kompas


Amrozi Cs Tidak Tergolong Mati Sahid

November 18, 2008

Medan, (ANTARA News) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara berpendapat tiga terpidana mati kasus bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron tidak tergolong mati sahid.

“Ketiga terpidana yang dieksekusi mati itu adalah orang yang menjalani hukuman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negeri ini,” kata Ketua MUI Sumut, H. Abdullah Syah menjawab ANTARA di Medan, Senin.

Abdullah mengemukakan hal itu ketika dimintakan komentar mengenai pendapat beberapa masyarakat yang menyebutkan bahwa ketiga terpidana itu adalah mati sahid.

Ketiga terrpidana mati kasus bom Bali I, yakni Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron dieksekusi mati di Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap Minggu dini hari (9/11) oleh regu tembak dari satuan Brimob Polri.

Abdullah Syah menambahkan, orang yang digolongkan mati sahid adalah yang melakukan jihad dengan cara melawan musuh, misalnya melawan orang kafir.

“Tidak seperti yang dilakukan ketiga terpidana itu, melakukan pengeboman di Bali pada tahun 2002 yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban jiwa orang yang tidak berdosa, juga banyak mengalami luka-luka,” kata Abdullah.

“Orang yang melakukan jihad itu tidak melakukan pengeboman, seperti terjadi di Bali yang merugikan masyarakat atau jatuhnya korban jiwa yang tidak berdosa,” katanya.

Dia mengharapkan, setelah pelaksanaan eksekusi mati terhadap pelaku bom Bali itu tidak ada lagi kasus teror bom di Indonesia.

Pelaksanaan eksekusi mati itu juga mengingatkan kepada masyarakat agar bertobat dan tidak mengikuti perbuatan salah dan melanggar hukum.

“Tentunya, setiap orang yang terbukti melakukan kesalahan atau melanggar hukum, akan dijatuhi hukum yang tegas, sesuai dengan kesalahan yang mereka perbuat,” katanya.

Menurut dia, di dalam ketentuan ajaran Islam, terdapat larangan seseorang melakukan tindakan kekerasan yang dapat merugikan masyarakat, bangsa dan negara.

“Dalam Islam diajarkan agar umat manusia selalu berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang tidak terpuji,” kata Abdullah Syah yang juga Guru Besar IAIN Sumut.(*)

Sumber : ANTARA


Indonesia dan India Paling Positif Hadapi Krisis Global

November 7, 2008

India dan Indonesia mencapai level kepercayaan konsumen tertinggi di Asia dalam menghadapi penurunan ekonomi global, demikian menurut survei yang disiarkan Jumat (7/11) oleh perusahaan riset pasar Nielsen. Dalam laporan tersebut India berada pada peringkat pertama dan Indonesia berada pada peringkat ketiga setelah Denmark.

nielsen-cci

Mudah-mudahan hasil survey ini membuat rakyat dan pemerintah Indonesia lebih optimis dalam menghadapi krisis global.

Sumber :


Markas Online TNI Diserang Cracker

November 4, 2008

Belum hilang dari ingatan atas peristiwa situs POLRI yang dihack, sekarang giliran situs Tentara Nasional Indonesia diserang dan hingga sekarang masih terkapar tak berdaya. Pada situs tersebut ditampilkan foto dengan tulisan Yogyacarderlink.

info selengkapnya sila lihat di detikNet


Blok Ambalat Kian Memanas, Lima Kapal Perang dan Sekompi Marinir Siaga

October 28, 2008

Blok Ambalat

Blok Ambalat

Surabaya, Padek—Suasana di Blok Ambalat belakangan kian memanas. Sejumlah kapal patroli Tentara Diraja Laut Malaysia kian berani masuk ke wilayah perairan Indonesia itu. Seakan mereka memancing kemarahan pemerintah Indonesia. Mereka menghindar setelah diusir oleh kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut yang setiap hari disiagakan di laut tersebut.

Bila kapal perang TNI-AL sedang berpatroli di tempat lain, mereka kembali lagi di kawasan yang ditengarai kaya dengan migas tersebut. Pemandangan seperti itu ditemui hampir setiap hari yang membuat TNI Angkatan Laut kesal oleh ulah kapal-kapal perang Malaysia tersebut.

Read the rest of this entry »