Asril pernah dianggap gila, buat saluran air 200m

Asril
Maksud hati hendak berbuat baik, malah ocehan yang diberikan orang. Bahkan, pernah dianggap sudah gila. Dicap dengan stigma macam-macam, tak menyurutkan hati Asril Rajo Batuah berbuat yang terbaik bagi orang banyak.
Asril Rajo Batuah (60), warga Koto Katiak, Jorong Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Di usianya yang tak lagi muda, dia mampu membuat saluran air sepanjang 200 meter. Dia telah berhasil, dan saluran air yang dibuatnya telah mengaliri persawahan.
Berkat kerja keras Asril, sekarang warga di Dusun Koto Baru dan Dusun Koto Katiak Jorong Tabek Panjang bisa bernafas lega. Puluhan hektare persawahan kini telah mendapatkan pengairan yang layak, sehingga petani juga bergairah turun ke sawah.
Sebelum Asril membuat saluran air, persawahan milik warga tidak produktif. Kini, produktif sudah. Meski demikian, jerih payah Asril tak pernah terungkap ke permukaan, walah kerja kerasnya berguna bagi banyak orang.
Di kampungnya, Asril namanya jadi buah bibir warga. Jasanya diakui. Asril juga kian disegani. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya mencangkul meter demi meter tanah berhasil sudah. Meter demi meter paralon ia pasang. Hamparan sawah padinya kini sudah menguning. Lahan yang dulu dibiarkan terlantar, kini digarap warga.
Sejauh mata memandang, hamparan sawah juga menghijau. Asril sendiri, menyatakan puas dengan apa yang telah diperbuatnya. Asril juga tidak berharap imbalan dari siapapun. Keringat dan pengorbanannya, dianggap sebagai pekerjaan yang ditujukan bagi kepentingan banyak orang. “Saya ikhlas saja,” katanya ketika ditemui Singgalang, Rabu (23/6).
Asril dalam kesehariannya dikenal sebagai seorang tukas las ketok di Pasar Baso. Tak ada orang yang menyangka kalau Asril mau membuat saluran air seorang diri. Membuat saluran air tak ada hubungannya dengan pekerjaan yang dia lakoni sehari-hari.
Asril bekerja membuat saluran dengan tenaga dan modal sendiri. Dia membuat saluran air dengan memanfaatkan uang sebesar Rp5 juta. Pembuatan saluran air dimulai sejak 2004 silam.
Asril berhasil membuat saluran air dengan puluhan batang paralon. “Awalnya memang banyak yang menentang.
Bahkan mengatakan saya gila. Alhamdulillah, sekarang semuanya selesai sudah,” katanya, mengenang masa-masa awal dia mengeluarkan ide membuat saluran air kepada warga. Pembuatan saluran air butuh waktu selama setahun oleh Asril.
Asril juga mengajak Singgalang melihat buah pekerjaannya. Ternyata, hasilnya memang luar biasa. Melihat sawah menghijau dan padi menguning, bukan main senangnya Asril. Senyum lebar mengembang dari bibirnya. “Ada kepuasan tersendiri yang saya rasakan,” katanya.
Asril membuat saluran air dengan modal uang sendiri, bukannya tak pernah mendapatkan tantangan. Istrinya bahkan sempat mempertanyakan, “Bagaimana nasib uang kita nanti?”
Dia menjelaskan kepada istrinya, kalaupun uang tak kembali, bukanlah persoalan. Hanya satu obsesi yang ingin diwujudkan, membuat sawah yang ada di kampung bisa dialiri dan menghasilkan padi. “Itu saja. Titik,” kata Asril, penuh semangat. Istrinya juga maklum.
Perjuangan panjang Asril membuat saluran air, dilaluinya dengan sabar. Kini, Asril kembali ke aktivitas di bengkelnya. Satu hal lagi yang jadi obsesinya, membangun jembatan di dusun tempat ia tinggal dengan biaya seorang diri.
Dari mana uangnya? Asril menyebut, “Selagi ada kemauan, pasti ada jalan.”
Dia mengaku tak tega melihat warganya yang tiap hari menyeberang sungai.
Bisa jadi, suatu saat Asril dianggap kembali gila. (Ariadi Uska)
Sumber : Singgalang
This entry was posted on June 27, 2009 at 7:08 pm and is filed under Sosok, Sumatera Barat. You can subscribe via RSS 2.0 feed to this post's comments.
Tags: Asril Rajo Batuah, Jorong Tabek Panjang, Kabupaten Agam, Kecamatan Baso, Koto Katiak, saluran air, Sumatera Barat
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
August 16, 2009 at 10:03 am
semangat yang seperti ini yang dicari, semoga setiap kita sebaiknya memupuk semangat ini untuk pembangunan, membangun memakan tenaga dan pikiran plus semangat dan kreatifitas, saya ucapkan pada Bapak Asril Rajo Batuah,
selamat dan pelihara selalu semangat, kreatifitas, pantang menyerah, terima kasih, wassalam…….