Konflik dengan Negara Jiran

Kenapa hubungan dengan Malaysia sering naik turun.

Suatu ketika penulis pernah berdiskusi dengan teman satu rumah mengenai hubungan Indonesia dan Malaysia yang sering naik turun. Kami membahas kenapa Indonesia dan Malaysia kadang baik-baikan seperti kakak-adik kadang ribut seperti anjing dan kucing.

Dari diskusi tersebut akhirnya kami menyimpulkan bahwa konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia adalah merupakan hal yang biasa dan lumrah sebagai negara yang bertetangga. Sama seperti hubungan kita dengan tetangga disekitar rumah. Kadang terjadi konflik dengan tetangga di sebelah rumah, contohnya karena beda pendapat, bising, membuang sampah di selokan atau yang lebih parahnya tetangga sebelah tidak sengaja/sengaja mengambil beberapa sentimeter tanah kita.

Karena kita bertetangga sebelah rumah atau satu komplek, tentunya peluang untuk konflik dengan tetangga lebih besar dari pada konflik dengan tetangga di ujung jalan atau di komplek sebelah apalagi tetangga di kota lain.

Begitu pula halnya dengan negara jiran Malaysia yang benar-benar bertetangga dengan Indonesia. Peluang konflik dengan negara Malaysia lebih besar daripada konflik yang akan terjadi dengan negara Brunei, China, Rusia atau Negeria.

Apa strategi untuk meredam konflik.

Mengaca dari konflik yang terjadi dengan tetangga di komplek. Bila keluarga kita adalah keluarga besar punya banyak anak apalagi laki-laki semua dan kaya, tentu saja tetangga sebelah akan segan dengan kita. Mereka tentu tidak ingin dan berusaha tidak terjadi konflik dengan kita.

Bagaiamana dengan Indonesia saat ini? Indonesia saat ini seperti sebuah keluarga besar yang punya anak laki-laki tapi pondan/bencong semua dan sering diejek sama tetangga sebelah. Pemerintah sekarang terlalu mengejar pembangunan ekonomi, tapi militer diabaikan. Seharusnya kemajuan ekonomi dan militer harus sejalan. Percuma saja kaya tapi pondan, bisa habis kita.

Biaya untuk membangun kekuatan militer memang sangat besar, idealnya samalah dengan anggaran untuk pendidikan. Memang untuk saat ini hal tersebut tidak mungkin dipenuhi. Tapi, saat ini Indonesia mempunyai beberapa BUMNIS seperti PTDI, PAL dan PINDAD yang telah mampu memproduksi sendiri beberapa alutsista. Manfaatkan itu semua dan dukung secara penuh untuk memajukan teknologi militer.

“Kekuatan militer bukan hanya untuk berperang, tapi juga untuk membuat kawan/lawan segan”.

Design kapal perusak kawal rudal 105m buatan PAL

Design kapal perusak kawal rudal 105m buatan PAL

design kapal selam mini 22m

design kapal selam mini 22m

proses produksi panser di PT. PINDAD

proses produksi panser di PT. PINDAD

Explore posts in the same categories: Artikel

Tags: , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

5 Comments on “Konflik dengan Negara Jiran”

  1. astsauri Says:

    seharusnya pemerintah dan dpr harus segera mengambil keputusan untuk berperang.soal nya kemungkinan negara jiran itu bisa mengancam kedaulatan bangsa indonesia,yang juga sering membuat masalah dengan indonesia,pesan saya,maju terus tentara indonesia lindungi indonesia dari ancaman negara jiran itu,bkn hanya negara malaysia tapi negara lain jg…

  2. shedfz Says:

    saya bersetuju dgn pendapat saudara bahawa pertelingkahan sesama tetangga sudah lumrah kerana kita mempunyai talian saudara yang rapat jadi terlebih atau terkurang sedikit sudah menimbulkan perasaan kurang enak. Cth hubungan adik-beradik jika bapanya melebihkan adik maka si abang akan berkonflik dengan si adik. Tetapi suatu keputusan kurang matang jika perang dilaksanakan. Apakah faedah yang kita peroleh jika menyerang saudara sendiri?..sepatutnya kita berjuang untuk menghapuskan musuh ISLAM, YAHUDI dan konco-konconya. Jika peperangan berlaku maka ISLAM makin lemah, maka bersorak gembiralah YAHUDI kerana misi mereka utk menakluk dunia dan menghapuskan umat ISLAM dari mukabumi akan tercapai.Disini saya memandang dari sudut yang lebih mendalam, tidak kira siapa menang dr peperangan, kedua-duanya akan mengalami kerugian dan kesakitan yang sama…allahuakbar!!

  3. ween Says:

    sejatinya konflik negara bertetangga bukan hanya terjadi antara Indonesia Malaysia
    kawasan asia timur misalnya :
    konflik perbatasan terus berlangsung antara China, Jepang, Korut, Korsel…..
    bahkan tindakan PM Jepang ke kuil untuk mengenang tentara Jepang sewaktu WW II pun dipermasalahkan.

    tapi kalau boleh membuat pernyataan :
    Malaysia benar-benar ga tau diri……

  4. Putra Banten Says:

    klw kata saya indonesia bukan rakyat ya yang lemah / banci tapi pemerintah ya lah yang banci yang mau aja di tipu oleh negara lain klw emang indonesia mau menggayang malingsia warga BANTEN KHUSUSNYA siap membekali rakyat indonesia dan TNI ilmu kanuragan supaya tau tu si malingsia, indonesia emang ga punya senjata tapi jangan remehin warga BANTEN yang juga masyarakat indonesia.
    seperti pepatah urang BANTEN,
    ELU ASIK GUE ASIK, ELU USIK GUE BANTAI


Comment: