Beberapa hari ini berita yang sering muncul di media cetak maupun televisi adalah mengenai koalisi partai politik. Berbagai pendapat dilontarkan oleh para pengamat politik terhadap arah koalisi partai politik yang cenderung pelangi (berbeda idiologi). Sebagai contoh adalah koalisi yang kemungkinan akan dibangun oleh partai Demokrat, PKS, PKB, PAN serta PBB dan PDS jika lolos PT. Koalisi ini terdiri dari partai yang beridiologi nasionalis (Demokrat), Islam (PKS, PKB, PAN an PBB) serta Kristen (PDS).
Para pengamat politik berpendapat bahwa koalisi tersebut tidak bisa bertahan lama karena disebabkan perbedaan idiologi yang sangat kontras, terutama sekali antara Demokrat (nasionalis), PKS (islam) dan PDS (kristen), dan koalisi itu terjadi karena hanya untuk mengejar kepentingan sesaat saja. Dan ada juga pengamat politik yang lebih keras lagi berkomentar bahwa bila terjadi koalisi pun tidak akan mungkin SBY memilih cawapres dari PKS karena akan mengakibatkan SBY sulit membuat kebijakan yang berhubungan dengan barat.
Seharusnya kita mendukung koalisi yang kata mereka tak mungkin ini terjadi, karena ini adalah salah satu pembelajaran politik bagi rakyat Indonesia bahwa walaupun berbeda idiologi tapi untuk kepentingan bangsa dan negara, mereka bisa duduk bersama. Karena apapun idiologi walaupun idiologi komunis pun, pasti tujuan akhirnya untuk kepentingan bangsa dan negara.
Jadi apa yang mesti dibimbangkan dan diragukan koalisi ini tidak dapat bertahan lama? Atau takut kalau berkoalisi dengan partai yang berlandaskan agama seperti PKS dan PDS tidak bisa berbuat KORUPSI? Takut dilarang oleh partai agama tersebut? Kalau memang itu sebaiknya dari sekarang tidak usah berkoalisi dengan mereka.
Justru partai Demokrat sangat beruntung kalau bisa menggandeng partai yang berlandaskan agama karena akan semakin terpatri dimata rakyat bahwa partai Demokrat adalah partai yang bersih dan anti KKN. Bagaimana?

April 30, 2009 at 11:57 pm |
ncek, sejak kapan dah suka ngomentari hal ihwal polotik nih….?
May 1, 2009 at 8:37 am |
hehehe saya kan pengamat politik juga… walaupun masih kecil-kecilan…